Kategori: Bermain

Berkenalan dengan Tangram

03 Apr 2013 Gita Lovusa Bermain, Karya Tangan 1

Saat minggu lalu ke toko buku, saya melihat buku mengenai tangram. Wah, saya jadi teringat seorang kawan yang pernah memainkannya. Saya ambil buku tersebut dan membacanya sekilas. “Ooh, kertasnya dipotong-potong lalu disusun, tho.”

Saya menunjukkan buku itu pada Cha, tapi ia sepertinya belum tertarik. Saya pun memutuskan tidak membeli buku itu. Entah kenapa, di rumah saya terus teringat dengan tangram dan ingin coba memainkannya. Jadilah dua hari lalu saya ajak Cha untuk menggunting dua lembar kertas origami menjadi bentuk segitiga dan bujur sangkar. Iya, hanya dua bentuk ini. Masih belum ngeh dengan arti tangram yang sebenarnya. Lalu saya mengajak Cha untuk menyusun segitiga dan bujur sangkar itu menjadi aneka rupa. Dari gelagatnya, sepertinya Cha suka.

Hari ini, saya semakin penasaran dengan tangram. Saya coba cari di internet dan ternyata tangram itu puzzle dari Cina! Cha yang tertarik dengan hal-hal yang berkaitan Cina dan suka puzzle, jadi ikutan semangat main tangram. Wikipedia bilang, “Tangram is a dissection puzzle consisting of seven flat shapes, called tans, which are put together to form shapes. The objective of the puzzle is to form a specific shape (given only an outline or silhouette) using all seven pieces, which may not overlap.”

“Oooh, harus dengan pola tertentu, ya,” gumam saya sambil nyengir.

Saya ikuti pola memotongnya dan mencetak  dua lembar aneka bentuk hewan serta orang yang bisa disusun dari tangram. Banyak sekali pola yang tersedia di internet mengenai tangram ini. Cha dan saya asyik menyusun tangram mengikuti pola yang sudah dicetak. Setelah itu kami mencoba membuat kreasi kami sendiri. Saya membuat orang memakai baju Cina, sementara Cha seperti biasa, membuat dinosaurus. :D

 

DSC03180

 

 

Education Fair di Sekolah Alam Tangerang

05 Mar 2013 Gita Lovusa Bermain, Jalan-jalan, Mengamati Hewan 0

Pucuk dicinta, ulam pun tiba.

Pertanyaannya mengenai ular muncul beberapa waktu lalu, maka kami pun mencari tahu berbagai macam info tentang ular. Kemudian timbullah keinginan Cha untuk memegang ular. Kami mencari komunitas pencinta ular di daerah Tangerang dan bertemu dengan SIOUX – Lembaga Studi Ular Indonesia. Saat itu SIOUX hendak mengadakan gathering di Ragunan, sayangnya ketika saya tanya, di acara itu mereka tidak mengadakan sesi pengenalan ular. Jadilah kami tidak ikut acara gathering tersebut.

Kira-kira seminggu lalu, saya melihat pengumuman bahwa Sekolah Alam Tangerang (SAT) mengadakan Education Fair dan salah satu acaranya adalah temu reptil. Saya sampaikan ke Cha dan ia melonjak-lonjak senang ingin ikut.

Hari Minggu, 3 Maret 2013 kami pun ke SAT yang hanya berjarak sepuluh menit dari rumah, menggunakan angkutan umum. Dari sekian banyak acara yang digelar SAT, stand pertama yang Cha kunjungi adalah stand Pet Lovers Tangerang Community. Selain ular, di sana ada juga hewan-hewan lain, seperti musang, possum, biawak, serta burung hantu.

DSC03052

 

Cha betah sekali berada di stand PLTC. Usap-usap binatang, sekaligus tanya-tanya ke kakak-kakaknya. Wajahnya sumringah ketika diizinkan untuk memegang burung hantu di tangannya. Tentu saja menggunakan sarung tangan.

SAT juga mengadakan outbound untuk anak-anak, permainan tradisional [congklak, bola bekel, tapak gunung], percobaan sains, berkreasi dengan bahan daur ulang, workshop mendongeng, dan berbagai pojok permainan lainnya. Meski Cha juga menikmati kegiatan lainnya, tetap saja akan kembali dan kembali lagi ke stand PLTC. Sampai acara Education Fair ditutup pukul 12 siang, Cha tetap nongkrong di stand PLTC. Pegang-pegang ular, biawak, dan berbincang dengan para kakak.

Terima kasih, SAT. Terima kasih, PLTC.

 

Kunjungan Teman-teman HS

03 Mar 2013 Gita Lovusa Bermain, Cerita Hari-hari, Dinosaurus 0

Jumat kemarin rumah kami ramai, kedatangan teman-teman sesama homeschoolers. Ada Mbak Vera yang tinggal dekat rumah saya, ada Irma dan Dinar yang datang dari Ciledug. Apa yang kami lakukan?

Dinar dan Mbak Vera masak jamur goreng tepung. Makasih ya, Dinar, yang sudah bawa jamur putih. Irma mengantar anak-anaknya salat Jumat di Masjid, sedangkan saya menemani Adriana, Cha, serta Alma main. Faiz, putra Mbak Vera, pun ikut bermain bersama Alma dan Cha.

Setelah Irma dan krucilnya kembali dari masjid, anak-anak bermain panahan di halaman belakang. Difi, sebagai anak paling besar, mengatur Dilan, Alma, dan Cha untuk bergantian memanah. Setiap anak memegang anak panah masing-masing. Pas sekali anak panah yang kami miliki hanya empat. Mereka bersorak ketika anak panah mendarat di sasaran.

Selain bermain, para ibu-ibu juga merencanakan kegiatan rutin untuk anak-anak. Semoga bisa berjalan dengan baik.

Saat Dinar dan Mbak Vera selesai masak, dapur kami berceceran oatmeal. Tanpa diminta, Cha mengambil sapu dan menyapu remahan itu. Aaaaah, makasih ya, Nak! Lalu, ketika teman-teman pulang, kami membagi tugas membereskan rumah. Saya mengurus makanan dan piring, Cha merapikan mainan yang berserakan. Makasih tuk kerja samanya, Cha.

Kunjungan teman-teman kali ini menyisakan kenangan manis buat Cha, salah satunya adalah gambar dino bikinan Alma yang langsung dipajang di ruang tengah. Makasih ya, Alma.. Kata Cha, “Alma pinter gambar ya, Mi. Gambarnya Alma bagus banget.”

 

DSC03049

 

Tantangan Puzzle [Bag. 1]

23 Feb 2013 Gita Lovusa Bermain 0

Sambil menunggu praktik dokter yang mundur satu jam dari jadwal, Cha melihat puzzle yang dijual di kantin dan minta dibelikan. Cha memilih satu puzzle yang terdiri dari 24 keping dan langsung memainkannya. Tak lama kemudian, “Ummi, lihat! Udah jadi.”

Wow, cepat sekali, pikir saya. Lalu saya teringat Cha memang suka bermain puzzle sejak kecil. Saya pun beranggapan puzzle 24 keping sudah ‘terlalu mudah’ untuknya. Saya mencoba menantangnya. “Cha, nanti kita cari puzzle yang kepingnya lebih banyak, yuk!”

“Ayuk!” jawabnya.

Saat berkesempatan pergi ke toko buku, kami melihat berbagai macam ukuran puzzle. Mulai dari yang hanya terdiri dari beberapa keping sampai yang yang ribuan keping. Sebagai tantangan pertama, saya memilihkan puzzle 96 keping untuk Cha. Cha pun sepakat dan memilih gambar yang dia suka, yaitu Doraemon. ^^

Sesampainya di rumah, Cha langsung membuka plastik puzzle dan mengajak saya menyusunnya kembali. Kami bekerja sama menyusun puzzle. Setelah puzzle tersebut tersusun, Cha membongkar kembali dan mau menyusunnya sendiri.

 

DSC03018

 

Setelah beberapa saat tekun menyusun, akhirnya puzzle itu pun berhasil tersusun rapi. Yaaaay!

Puzzle ini pun menjadi permainan yang seru saat Mas Faiz, teman Cha, datang ke rumah. Mereka membongkar dan menyusun puzzle bersama-sama.

Tantangan selanjutnya, puzzle dengan jumlah kepingan lebih banyak ya, Cha! ^^

Oh ya, selain menyenangkan dan dapat melatih konsentrasi, bermain puzzle juga memiliki beberapa manfaat, yaitu dapat melatih memecahkan masalah, mengembangkan koordinasi mata dan tangan, mengembangkan keterampilan motorik, serta mengembangkan keterampilan kognitif. [wolipop.com] Artikel selengkapnya dapat dibaca di Empat Manfaat yang Didapat dari Bermain Puzzle.