Kategori: Festival Gerakan Indonesia Mengajar

Menjadi Relawan di Festival Gerakan Indonesia Mengajar

Sebelum menulis ini, saya iseng meluncur ke KBBI untuk mengecek arti relawan. Eh ternyata, relawan itu bukan bahasa Indonesia yang baku, lho. Yang benar adalah sukarelawan; orang yang melakukan sesuatu dengan sukarela (tidak karena diwajibkan atau dipaksakan).

Sewaktu Indonesia Mengajar pertama kali diluncurkan, saya tertarik, tapi sayang sudah tidak memenuhi syarat. Huhuhu.. Makanya saya senang sekali waktu tahu acara ini. Yes, akhirnya bisa terlibat secara langsung di kegiatan Indonesia Mengajar! Saya pun mengajak Cha (6 tahun) untuk bergabung di kegiatan ini. Cha yang selalu suka kegiatan ramai-ramai, langsung mengiyakan. Saya ajak Cha mendaftar via online dan melihat berbagai wahana yang dijelaskan di Festival Gerakan Indonesia Mengajar (FGIM).

 

Bergabung di Kerumunan Positif

fgim

 

Bukan hanya slogan, saya pun merasakan aura positif ini dari pertama kali tiba di Ecovention Hall, Ancol, sampai pulang. Selain panitia-panitia yang ramah dan santun dalam menjelaskan, saya juga bertemu berbagai sukarelawan yang baik. Seperti ketika Cha dan saya mengantri untuk masuk. Saya sampaikan ke Cha. “Cha, jalannya pelan-pelan aja karena ramai sekali. Kita sabar antri, ya.” Tak lama, kami diberi jalan untuk masuk oleh seorang sukarelawan. “Silakan, Bu, duluan.”

Sewaktu berada di Kelas Orientasi; kelas yang menjelaskan mengenai kegiatan FGIM ini, kami tidak kebagian tempat duduk. Sebenarnya nggak masalah jika kami berdiri, tapi seorang sukarelawan menegur saya. “Bu, silakan duduk sama adiknya di sini.”

Huwaaa, baik sekali!

Ketika bergabung dengan kelompok-kelompok dalam beberapa wahana, meski menjadi sukarelawan paling kecil, Cha selalu dilibatkan oleh sukarelawan lain. “Cha, tolong gunting ini, ya.” atau “Cha, tolong masukin karton-karton ini ke plastik ini, ya.” atau “Cha ambil buku di sini lima, ya. Pilih yang mana aja. Nanti bawa ke tempat kita tadi.” atau “Ayo, Cha, kita lipat karton ini jadi dua terus digunting.” Pun ketika Cha menggunting karton agak melenceng, seorang sukarelawan bilang, “Wah, makin seru niy, Cha. Ntar kakak-kakak yang main puzzle kita makin tertantang.” Dan ketika pekerjaan selesai, mereka mengajak Cha tos dan bilang, “Yeah, kita berhasil!”

Saya senang karena bukan hanya saya yang mengajak Cha ini dan itu. Dengan dilibatkannya Cha oleh sukarelawan lain, saya yakin Cha lebih merasa diterima dan merasa bahwa ia juga bisa turut kerja bakti. Terima kasih ya, para sukarelawan yang baik.

Ketika sudah pukul tiga sore, kami memutuskan pulang dengan menggunakan taksi. Awalnya saya pikir akan ada pul taksi di sekitar lokasi acara, namun ternyata nggak ada. Saya bertanya ke satpam. Satpam bilang kalau ada pul taksi di depan Dufan.

“Cara ke sana lewat mana, Pak?” tanya saya.

“Ada ojek siy, Bu. Tapi yuk, saya anterin aja.”

“Eh, nggak usah, Pak. Nggak apa-apa saya naik ojek ke Dufan. Ojeknya di mana, Pak?”

“Nggak apa-apa, Bu. Yuk, dianterin aja.”

Akhirnya kami meluncur dengan motor Pak Satpam ke Dufan. Pas turun, saya sampaikan terima kasih ke Pak Satpam dan Cha menambahkan, “Bapak baik banget!”

Huwaaa, benar-benar ada di kerumunan positif. 

 

Wahana di FGIM

Sebelum hari-H, kami sudah membaca-baca mengenai kegiatan di wahana tersebut dan mencatat wahana yang bisa kami ikuti.

1. Kotak Cakrawala

Di sini kami bergabung dengan dua sukarelawan lain untuk mengemas buku. Kami diberikan catatan buku apa saja yang harus diambil dan jumlahnya. Kami keliling mengambil buku-buku tersebut, lalu mengemasnya di kardus. Buku-buku yang disediakan bagus-bagus dan bermutu. Ketika harus mengambil kamus, saya memilih thesaurus untuk dikirim ke daerah. Saya senang karena saya juga menemukan beberapa buku yang ditulis oleh teman saya. ^^

2. Kepingpedia

Kami kembali bergabung dengan tiga sukarelawan lain untuk menulis pesan dan menggunting karton bertema serta bergambar untuk dijadikan puzzle. Setelah digunting, potongan karton dimasukkan ke plastik dan dimasukkan ke kotak yang sesuai dengan daerah tujuan pengiriman. Membaca nama-nama daerah tersebut, saya merasa asing. Sama sekali nggak tahu daerah itu ada di pulau apa. -.-

Saya senang di wahana ini karena kakak-kakaknya interaktif menghibur sukarelawan. Mereka menyanyikan lagu yang diciptakan sendiri. Suasana jadi semakin asyik. Setelah selesai, Cha mendapat stiker Juara! dari seorang kakak panitia. Ah, makin senanglah ia.

3. Upacara Bendera di Aula Indonesia

Baru kemarin saya menghadiri upacara bendera yang dihadiri oleh ribuan peserta upacara. Baru kemarin saya mengikuti upacara bendera yang pesertanya nggak pakai seragam. Baru kemarin saya menitikkan air mata ketika bendera dinaikkan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, juga ketika mengheningkan cipta dimulai. Baru kemarin saya merinding dan terharu ketika mendengar Pembukaan UUD 1945 dan Pancasila dibacakan oleh murid serta guru dari Halmehara Selatan, ditampilkan melalui video. Baru kemarin juga saya mengikuti upacara bendera sambil menggendong Cha yang ingin melihat jelas videonya.

*tarik napas

Indonesia, semangat dan optimis! Harapan itu terbentang luas.

4. Surat Semangat untuk Guru dan Kepala Sekolah

Pagi hari sebelum berangkat, saya sudah membuat surat semangat di rumah. Jadi di sana sebenarnya tinggal masukkan surat ke amplop dan kirim. Tapi ternyata Cha juga ingin berpartisipasi. Ia menggambar rumput, pohon, dino, matahari, dll di kertas yang sudah disediakan. Di surat semangat ini saya bercerita mengenai kegiatan saya sehari-hari dan pekerjaan saya. Saya senang karena panitia meminta sukarelawan mencantumkan alamat rumah, agar guru-guru di sana bisa membalas surat kami.

5. Kemas-kemas Sains

Cha suka dengan percobaan sains, jadi ia semangat sekali ke wahana ini. Kami bergabung dengan kurang lebih sepuluh sukarelawan lain dan menyiapkan bahan untuk percobaan katrol sederhana serta kompor matahari. Ternyata kit yang dibutuhkan banyak sekali. Jadi pengerjaan di wahana ini agak lama. Cha sempat bosan dan ingin ke wahana lain. Saya mengingatkan bahwa sebaiknya kita menyelesaikan pekerjaan yang sudah dimulai. Saya juga menyemangatinya dengan mengatakan kalau paket-paket yang disiapkan ini untuk teman-teman di daerah. Alhamdulillah, Cha mampu menyelesaikan tugasnya di wahana ini.

kemassains

6. Senam Bergembira di Aula Indonesia

Sehabis mengisi perut, ke kamar mandi, dan salat Zuhur, kami mengikuti senam bergembira. Cha yang senang bergerak, sangat menikmati kegiatan ini. Kegiatan senam ini saya pikir mampu meredam keletihan yang mungkin dirasakan oleh sebagian sukarelawan dan panitia.

7. Surat Semangat untuk Adik-adik

Wah, saya pikir surat semangat hanya untuk guru dan kepala sekolah, jadi saya belum menyiapkan surat untuk adik-adik. Cha dan saya mendapat dua kertas dan dua alamat kirim yang berbeda. Cha untuk teman di Paser, saya untuk adik-adik di Fakfak. Cha seperti biasa menggambar dan saya yang menuliskan sedikit mengenai kegiatan Cha di sini. Harapannya sama, semoga ada surat balasan dari adik-adik di Paser dan Fakfak.

Kami belum mengikuti wahana Kartupedia, Sains Berdendang, Melodi Ceria, Video Profesi, dan Teater Dongeng. Jika FGIM diadakan lagi, semoga kami bisa bergabung di lebih banyak wahana.

 

Korps Donatur Publik

Bagi teman-teman yang ingin berdonasi untuk kegiatan Indonesia Mengajar, bisa menghubungi alamat email: kdp@indonesiamengajar.org

 

Bertemu Kakak-kakak SabangMerauke

Yihaaa, inilah salah satu yang kami nantikan.Alhamdulillah, bisa berjumpa dengan Kak Noni. Terima kasih sudah menyapa duluan ya, Kak. Bisa dadah-dadahan heboh sama Kak Rey dan Kak Putri. Soalnya kami masih di bawah, menanti gerbang dibuka, sedangkan dua kakak tersebut di atas. Lalu kami bertemu Kak Levin, kakak yang dicari-cari Cha. Haha.. Terus pas di Kotak Cakrawala, ketemu Kak Aisy. Di Surat Semangat, ketemu Kak Tika, Kak Marika, dan Kak Furi. Di Kemas-kemas Sains ketemu Kak Rosa. Pas mau makan siang, ketemu keluarga Bu Agnes dan Kak Levin (lagi). Senangnyaaa, jadi bisa duduk dan ngobrol bareng. Setelah makan, kami mau naik ke lantai 2, lalu ada yang manggil Cha. Eh ternyata ada Kak Fuad. Pas sampai di lantai 2, Kak Vietta menyapa. Senang, senang, senang! Oh ya, kami juga ketemu Mbak Hani dan Mas Adam, yang pernah sharing di acara Orientasi Awal SabangMerauke.

Semoga kita bisa bertemu di kegiatan baik lainnya ya, Kaaaak…

 

Salut buat semua yang sudah terlibat di FGIM. Semoga kegiatan baik dan keren semacam ini bisa rutin dilakukan. Ayo, nyalakan lilin!