Ember Berputar

14 Dec 2012 Gita Lovusa Cerita Hari-hari, Percobaan 0

Minggu dan Senin kemarin, teman-teman praktisi HS berbicara mengenai gaya belajar anak HS di sosmed twitter.  Saya nggak ikutan karena sedang riweuh beberapa urusan, antara lain Cha yang sedang sakit.

 

Kalau saya perhatikan, Cha akan lebih berinisiatif dan imajinatif kalau saya biarkan. Kalau saya banyak ajak ini-itu atau koreksi ini-itu, biasanya dia langsung jadi nggak berminat.

 

Seperti kemarin, ketika badannya masih panas, Cha main dengan mainan dinonya. Tiba-tiba.. “Ummi, lihat!” teriaknya.

Cha memegang ember plastik berukuran kecil dan memutarkannya kencang-kencang. “Dinonya nggak jatuh, lho!”

Saya bingung maksudnya. “Ini. Dinonya ada di dalam ember..” Ada beberapa mainan dino di sana.

Cha memutar ember berisi mainan dino kecil sekali lagi. Mainan dino kecil tetap nggak jatuh.

 

“Kok bisa nggak jatuh, ya?” tanya saya.

“Iya, kok bisa, ya?” Cha balik nanya.

 

Keesokan harinya, Cha seperti teringat sesuatu. “Kayanya ada di buku Tante Lessy, deh.”

“Hah? Buku yang mana?” Yang saya ingat saat itu adalah buku xenophobia atau novel berbahasa Inggris. Masa itu, sih? Nggak mungkin banget! :D

Cha manjat sofa dan ambil buku Crayon Shinchan: Keajaiban Ilmu Pengetahuan di rak buku. “Ini lho, Mi!”

“Oalaaah, itu tho! Emang di situ ada?”

Cha asyik menekuri halaman demi halaman buku itu sampai.. “Ini, Mi!’

 

Iyes, ternyata beneran ada penjelasan penyebab mainan-mainan dino di dalam ember nggak jatuh kala diputar dan si ember menghadap ke bawah. Ternyata penyebabnya adalah gaya sentrifugal. “Sentrifugal? Apaan tuh?” tanya Cha dengan mimik lucu.

Mari, Cha, kita undang Oom Prof NUS ke rumah. Minta penjelasan. :D

 

Makasih ya, Oom dan Tante, tuk bukunya. Cha suka! ^^