Penemuan Baru

26 Nov 2012 Gita Lovusa Percobaan 1

Sejak bisa mandi sendiri, Cha selalu menikmati waktu mandinya alias lamaaaa banget. Setiap kali ditanya, “Lagi apa?” selalu dijawab, “Aku lagi percobaan.” Padahal yang terlihat oleh mata adalah ia sedang menyiram-nyiramkan air ke tembok, mengusap tembok dengan sabun, membuat cap tangan di tembok, atau menggoyang-goyangkan air di bak mandi.

Pagi ini, Cha terlihat sudah mengisi ember dengan air, sampai penuh. Ketika ditanya, “Kenapa embernya penuh sekali?”

“Aku lagi percobaan, Mi. Lihat, ya!”

Cha semangat mengambil odolnya dan menunjukkan ‘penemuan’ barunya. Odolnya itu bisa berdiri tegak di dalam air. Waaah, saya takjub juga lihatnya.

“Odolnya bisa berdiri, Mi. Terus yaa..”

Cha menidurkan odolnya di dasar ember, lalu si odol kembali berdiri tegak. “Tuh, Mi. Odolnya tetep berdiri lagi.”

Saya terheran-heran. “Kok bisa, ya?”

Saya ambil odol saya yang lebih besar dan masih lumayan penuh. Saya berdirikan odolnya, tapi odol itu jatuh ke dasar ember. “Yang ini nggak mau, Cha.”

“Iya, kenapa, ya?” Cha mengulangi percobaan dengan memakai odol saya.

“Odol Cha Cha ada ininya,” katanya sambil menunjuk dasar odol.

“Punya Ummi juga ada, Cha.”

Lalu Cha melihat perbedaan di antara keduanya.

“Oooh, mungkin karena odol Cha Cha udah mau abis, Mi. Kalo odolnya udah mau abis, baru bisa berdiri. Kalo odolnya masih agak penuh, nggak bisa.”

“Wah, mungkin juga, Cha!”

Selesai dengan odol, ia kembali memainkan sabun ke tangan dan memasukkan tangannya yang bersabun ke ember.

“Kok airnya jadi gelap, sih?” Gelap di sini maksudnya keruh.

“Kira-kira kenapa, Cha?”

“Karena tangan Cha Cha ada sabunnya, ya?” tanyanya sambil nyengir.

Menyenangkan sekali ketika anak-anak senang mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya, berpikir mengenainya, dan dengan bahagia membuat kesimpulan. Kesimpulannya mungkin belum tepat, tapi segala usahanya patut diapresiasi. Semoga saya bisa terus mendukung kebiasaan ‘percobaan’nya ini. Harus maklum jika mandinya menjadi lamaaaa sekali. :D